Senin, 28 April 2014

Jalan kaki bisa membantu orang berpikir kreatif

Jakarta (ANTARA News) - Saat mengerjakan tugas yang membutuhkan imajinasi, berjalan kaki lebih bisa membantu orang berpikir kreatif dibandingkan hanya duduk saja, demikian menurut hasil riset yang dipublikasikan oleh American Psychological Association.

"Banyak orang mengklaim menghasilkan pemikiran terbaik mereka ketika berjalan. Dengan studi ini, kami mengambil satu atau dua langkah untuk mengetahui mengapa itu terjadi," kata Marily Oppezzo PhD dari Santa Clara University.

Di Stanford University's Graduate School of Education, Oppezzo dan koleganya Daniel L. Schwartz, PhD melakukan studi yang melibatkan 176 orang, kebanyakan mahasiswa.

Para peneliti menguji mereka menggunakan model pengujian yang umumnya digunakan untuk mengukur pemikiran kreatif seperti memikirkan alternatif penggunaan objek umum dan memunculkan analogi orisinal untuk menangkap ide-ide rumit.

Dibandingkan dengan mereka yang duduk atau menggunakan kursi roda, orang-orang yang be! rjalan kaki memberikan respons yang lebih kreatif dalam pengujian tersebut, demikian menurut hasil studi yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Psychology: Learning, Memory and Cognition.

Kalau riset sebelumnya menunjukkan bagaimana olahraga aerobik bisa melindungi kemampuan kognitif, dalam riset ini para peneliti menguji apakah jalan kaki saja bisa memperbaiki beberapa tipe pemikiran seperti pikiran yang mengalir bebas ke pikiran yang terfokus.

"Meminta seseorang berlari 30 menit untuk meningkatkan kreativitas saat bekerja akan menjadi resep yang tidak populer bagi kebanyakan orang. Kami ingin melihat apakah jalan kaki saja bisa mendorong pikiran mengalir lebih bebas dan lebih kreatif," kata Schwartz.

Di antara mahasiswa yang diuji kreativitasnya setelah bekerja, 100 persen datang dengan ide-ide yang lebih kreatif dalam satu percobaan sementara 95 persen, 85 persen dan 81 persen kelompok pejalan kaki dalam eksperimen yang lain memberik! an respons yang lebih kreatif dibandingkan mereka yang duduk.

Para peneliti melakukan beberapa eksperimen untuk melihat pengaruh berjalan kaki pada pemikiran kreatif seseorang.

Dalam satu eksperimen dengan 48 peserta, masing-masing peserta duduk sendiri di satu ruang kecil dengan meja menghadap dinding kosong. Ketika peneliti menyebut objek, para siswa menyebut cara alternatif untuk menggunakan objek itu.

Selain itu juga dilakukan eksperimen dengan 40 mahasiswa yang dibagi dalam tiga kelompok yakni kelompok yang duduk tapi bergerak ke ruangan lain, duduk dan berjalan menggunakan treadmill, dan berjalan di luar ruangan sepanjang jalur yang ditetapkan.

Para siswa yang berjalan, di dalam atau luar ruangan, memiliki respons yang lebih kreatif dibandingkan mereka yang duduk atau dibawa keluar menggunakan kursi roda.

"Sementara berada di luar rumah memiliki banyak manfaat kognitif , berjalan tampaknya memiliki manfaat yang sangat spesifik untuk meningkatkan kreativitas," kata Oppezzo.

"Menggabungkan aktiv! itas fisik ke dalam hidup kita tidak hanya bermanfaat untuk jantung, tapi juga otak. Penelitian ini menunjukkan cara mudah dan produktif melakukannya dengan aktivitas tertentu," kata Oppezzo seperti dilansir laman Science Daily.

Namun para peneliti mengatakan bahwa riset lebih lanjut masih diperlukan untuk menjelaskan bagaimana berjalan bisa meningkatkan kreativitas.

Source : http://www.antaranews.com/berita/431517/jalan-kaki-bisa-membantu-orang-berpikir-kreatif

Read more →

AKI Tinggi, Kampanye Peduli Kesehatan Ibu 2014 Dicanangkan

PENGETAHUAN dan kepedulian dalam upaya pencegahan Angka Kematian Ibu yang masih tinggi sangat penting untuk memersiapkan generasi mendatang. Untuk itu, hari ini dicanangkan Kampanye Peduli Kesehatan Ibu 2014 untuk menekan angka kematian ibu di Indonesia.  
Menurut Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD, diperlukan kerja keras untuk menurunkan angka kematian ibu di Indonesia yang masih tinggi, yaitu 359/100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB) 32/1.000 kelahiran hidup.
 
Terlebih lagi, Wamenkes mengatakan bahwa data laporan dari daerah yang diterima Kemenkes RI pada 2013 menyebutkan jumlah ibu meninggal karena kehamilan dan persalinan mencapai 5.019 orang. Sedangkan, jumlah bayi yang meninggal di Indonesia berdasarkan estimasi SDKI 2012 mencapai 160.681 anak.
 
"Kematian ibu sering terjadi pada perempuan terlalu muda dan terlalu tua untuk hamil, atau jarak kehamilan terlalu berdekatan, serta keha! milan yang terlalu sering," jelas Wamenkes dalam Pencanangan Kampanye Peduli Kesehatan Ibu 2014 di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (28/4/2014).
 
Sementara, Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Anung Sugihantono, MKes mengatakan bahwa pemecahan masalah kesehatan ibu perlu menggunakan pendekatan upaya kesehatan yang berkelanjutan dari hulu ke hilir, termasuk Pencanangan Kampanye Peduli Kesehatan Ibu. 
 
Lebih lanjut, dr. Anung menjelaskan bahwa salah satu upaya yang bisa dilakukan di tingkat hulu, yaitu meningkatkan peran aktif suami dan keluarga dalam menjaga kesehatan calon ibu, termasuk perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi, atau pemenuhan kebutuhan pelayanan keluarga berencana.
 
"Kampanye ini sendiri bertujuan untuk mengerakkan orang-orang disekeliling ibu, terutama suami dan keluarga untuk aktif menemani melakukan pemeriksaan kehamilan dan siap me! mbawa ibu ke tenaga kesehatan mulai saat kehamilan, persalinan! dan nifas, serta mendukung ibu ber-KB," jelas dr. Anung
 
Sementara itu, Kampanye Peduli Kesehatan Ibu ini didesain selama sembilan bulan berturut-turut sesuai periode kehamilan seorang ibu, yaitu dimulai sejak April dan diakhiri pada peringatan Hari Ibu di Indonesia 22 Desember 2014.
 
Beberapa jenis kegiatan yang akan dilaksanakan berupa event, publikasi dan komunikasi, advokasi dan kemitraan, serta media sosial yang melibatkan pemangku kepentingan yang terkait dengan kesehatan ibu.
 
Selain itu, dilakukan juga kampanye melalui jejaring sosial dengan hashtag #Sayangibu. Hingga saat ini, telah tergabung sekira 15 kelompok media sosial yang akan berperan aktif dalam menggaungkan topik #SayangIbu di komunitas mereka.
(tty)

Source : http://health.okezone.com/read/2014/04/28/482/976906/aki-tinggi-kampanye-peduli-kesehatan-ibu-2014-dicanangkan

Read more →

Jangan Berlebihan Beri Pujian pada Anak, Ini Dampaknya

Jakarta, Semangat orang tua untuk memberikan pujian dan penghargaan kepada anak, sebaiknya tidak diberikan terlalu berlebihan. Karena memberikan pujian berlebihan kepada anak juga tidak baik bagi perkembangan anak.

Sebenarnya pujian merupakan salah satu cara yang dilakukan orang tua, untuk meningkatkan perilaku positif pada anak. Pujian juga menunjukkan bahwa orang tua memberikan perhatian pada anak, karena pada dasarnya setiap anak membutuhkan perhatian.

"Pujian merupakan sesuatu yang bagus untuk anak, bisa membuat anak termotivasi. Tetapi orang tua dalam memberikan pujian harus ada objeknya, jangan hanya mengatakan bahwa anak pintar, ya tapi pintarnya karena apa. Misalnya puji dia pintar karena karena sudah bisa menangkap bola atau puji dia karena pintar menggambar," kata psikolog Rini Hildayani, S.Psi., M.Si, saat hadir dalam acara talk show Lactogen 4 'My First Achievement', di Giggle The Fun Factory, FX Sudirman, Jl Jendera! l Sudirman, Jakarta, dan ditulis pada Senin (28/4/2014).

Tetapi jika orang tua memberikan pujian terlalu berlebihan kepada anak, bukannya membangun kepercayaan diri anak tetapi malah bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak. Misalnya saja akan anak merasa bahwa ia tidak mempunyai kualitas yang negatif.

"Kebanjiran pujian juga tidak baik, takutnya di sisi lain anak akan merasa dia tidak punya kualitas negatif. Takutnya juga ketika ada kegagalan yang dialami anak akan jadi sangat drop. Kalau nanti sewaktu-waktu ada temannya juga yang lebih unggul, dia akan merasa sangat terpuruk," kata Rini Hildayani.

Maksud memberikan pujian terhadap anak memang baik, tetapi ada bagusnya jika mulai dari lingkungan terdekat untuk tidak memberikan pujian secara berlebihan. Berikanlah pujian secara spesifik dan juga jika anak melakukan pencapaian baru.

"Misalkan anak sudah bisa mengancing baju berikanlah pujian, lalu nanti berikan pujian lagi ketika ia sudah bisa mema! kai baju sendiri. Dari lingkungan terdekat, ketika ia berhasil! kalau memang pencapaian pertama kali bisa berikan pujian. Tetapi untuk berikutnya tidak harus memberikan pujian setiap ia mencapai sesuatu, bisa dengan anggukan atau senyum saja. Ketika ia mencapai hal yang lain, baru dipuji lagi," saran psikolog yang juga mengajar di Universitas Indonesia tersebut.

(vit/vit)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/39d19154/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A40C280C1146510C2567260A0C7640Cjangan0Eberlebihan0Eberi0Epujian0Epada0Eanak0Eini0Edampaknya/story01.htm

Read more →

Mudah Marah Saat Lapar? Atasi dengan Cara Ini!

Berita Terkait

TEMPO.CO, Jakarta - Pernah merasa kesal ketika perut begitu lapar? Hampir semua orang pernah mengalaminya. Fenomena ini disebut hangry, mudah marah (angry) ketika perut lapar (hungry). Memang, sebuah penelitan menunjukkan ketika tingkat glukosa turun (saat lapar), orang lebih mudah terpancing emosinya.

Jangan sampai hal sepele ini bisa mempengaruhi hubungan Anda dengan orang-orang di sekitar karena "semprotan" marah Anda. Berikut beberapa tip untuk menghindari sindrom hangry, seperti dikutip dari laman Live Science, Rabu, 23 April 2014.

1. Sedia camilan sehat.
Hindari rasa lapar dengan menyediakan makanan ringan yang sehat, seperti yogurt atau sayuran yang dipotong kecil-kecil. Hindari camilan dengan kadar glukosa tinggi yang akan langsung melambungkan kadar glukosa dalam darah Anda setelah kadar glukosa merendah akibat lapar! .

2. Pilih karbohidrat dengan bijaksana.
Jika memang harus mengganjal perut dengan roti, pilihlah roti yang mengandung setidaknya 3 gram protein dan 3 gram serat. Protein akan membantu tubuh merasa lebih "puas" lebih lama dan serat akan memperlambat pencernaan glukosa.

3. Konsumsi makanan kaya magnesium.
Ada hubungan yang signifikan antara asupan magnesium dan risiko diabetes tipe 2, menurut sebuah ulasan dalam jurnal Diabetes Care pada tahun 2011. Magnesium memainkan peran penting dalam mengontrol kadar gula darah sehingga tidak langsung drop saat Anda lapar. Perbanyaklah mengonsumsi bayam dan alpukat untuk menjaga kadar gula darah.

4. Sarapan jeruk.
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, sarapan buah bukanlah hal yang lumrah. Namun, menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Medicinal Food tahun 2006, mengonsumsi setengah jeruk segar akan meningkatkan resistensi insulin yang akan menjaga kadar gula dara! h Anda.

ANINGTIAS JATMIKA | LIVE SCIENCE

Berita Lain:
3 Cara Membentuk Alis yang Seimbang

Source : http://www.tempo.co/read/news/2014/04/28/060573792/Mudah-Marah-Saat-Lapar-Atasi-dengan-Cara-Ini

Read more →

Kemenkes Gelar Kampanye Peduli Kesehatan Ibu Selama 9 Bulan

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadakan kampanye peduli kesehatan ibu yang berlangsung selama 9 bulan.

Liputan6.com, Jakarta Demi menggerakan masyarakat untuk lebih sadar menjaga kesehatan ibu, serta mencegah kematian ibu dan bayi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadakan kampanye peduli kesehatan ibu yang berlangsung selama 9 bulan. Dari 21 April 2014 sampai 22 Desember 2014.

"Dimulai April, karena pada tanggal itu Indonesia memperingati hari kelahiran Kartini, dan kebetulan juga wafat empat hari setelah melahirkan putra pertamanya. Sedangkan 22 Desember adalah Hari Ibu. Selain itu, 9 bulan merupakan waktu seorang ibu mengandung," kata Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Anung Sugihantono, MKes dalam acara Pencanangan Kampanye Peduli Kesehatan Ibu di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (28/4/2014)

Tema dari kampanye ! ini adalah #SayangIbu, yang bertujuan untuk membuat orang di sekeliling ibu seperti suami dan keluarga. "Tugas mereka adalah untuk menemani ibu melakukan pemeriksaan kehamilan dan siap membawa ibu ke tenaga kesehatan mulai saat kehamilan, persalinan, dan nifas terutama pada saat terjadi tanda bahaya, serta mendukung ibu untuk ikut program KB," kata Anung menambahkan.

Selama sembilan menjalani kampanye ini, lanjut Anung, beragam kegiatan akan dilakukan oleh pihak terkait. Mulai dari berupa event, publikasi, komunikasi, advokasi dan kemitraan serta media sosial yang melibatkan semua pemangku kepentingan yang terkait dengan kesehatan ibu.

Anung mengatakan, sampai saat ini, telah terdata 5 event besar di antaranya Hari Keluarga Nasional pada tanggal 14 Juni 2014 di Surabaya yang akan mengusung tema sejalan.

"Di Twitter bisa dilihat di akun milik Kemenkes dengan hastag #SayangIbu. Pun di Facebook juga dapat dilihat," kata dia menerangkan.

Pada saat yang s! ama, dicanangkan pilot project untuk peningkatan partisipasi a! ktif komunitas terhadap kesehatan perempuan dan KB, melalui pendampingan ibu hamil oleh anggota koperasi Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dengan area program Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

(Igw)

Source : http://health.liputan6.com/read/2042732/kemenkes-gelar-kampanye-peduli-kesehatan-ibu-selama-9-bulan

Read more →

Minggu, 27 April 2014

Ini Tips Dokter Agar Anak Tak Benci Makan Sayur dan Buah

Jakarta, Bukan hal yang 'aneh' lagi jika anak tidak suka memakan sayur-sayuran. Tidak sedikit anak, khususnya di kota-kota besar yang lebih memilih makanan cepat saji dibanding makan-makanan bergizi, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

Melihat kenyataan ini, para orang tua pun dipusingkan mengenai bagaimana caranya agar anak-anak mereka mau mengonsumsi sayur agar pertumbuhannya bisa terjadi dengan optimal dan anak pun memiliki gizi yang baik.

"Sebaiknya, orang tua memang sudah memperkenalkan dan melatih anak makan sayuran dan buah sejak anak usia 6 bulan, saat ia sudah mulai mengonsumsi makanan semi padat," papar Prof. Dr. dr. Hananto Wiryo, SpA (K), saat ditemui pada acara Parenting Class 'Anak Susah Makan Sayur' yang diadakan di RS Bedah Asri, Jl. Duren Tiga, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Minggu (27/4/2014).

Prof Hananto menjelaskan bahwa orang tua bisa menjadikan sayuran sebagai finger food, sehingga membiarkan a! nak memegang dan menggigitnya. Tidak hanya itu, orang tua juga bisa memberikan variasi pada olahan sayuran agar menjadi lebih menarik yang didukung dengan menggunakan alat makan yang juga menarik.

"Gunakan alat makan, seperti piring dan sendok yang ada hiasan atau berbentuk binatang. Supaya nanti anak akan selalu terhibur tiap kali mereka makan," terang dokter yang juga merupakan konsultan nutrisi dan metabolik ini.

Kendati demikian, Prof Hananto mengakui bahwa terkadang anak juga masih saja ada yang menolak untuk mengonsumsi sayur dan buah. Dan jika hal itu sampai terjadi, Prof Hananto menyarankan untuk tidak memaksakan anak untuk tetap mengonsumsinya.

"Kalau dipaksakan terus, anak malah jadinya akan trauma dan semakin tidak mau makan sayur-sayuran dan buah-buahan. Jika sudah begitu, berikan saja suplemen serat untuk memenuhi kebutuhan gizinya," tandas Prof Hananto.

(vit/vit)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pen! galaman Dietmu di Sini

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/39cc3a23/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A40C270C160A0A240C25667670C7640Cini0Etips0Edokter0Eagar0Eanak0Etak0Ebenci0Emakan0Esayur0Edan0Ebuah/story01.htm

Read more →

Hari Terakhir Inacraft Digelar Sale

Berita Terkait

TEMPO.CO, Jakarta - Pada penutupan pameran kerajinan tangan internasional Jakarta, atau yang dikenal dengan International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2014, pada Ahad 27 April 2014, Jakarta Covention Center (JCC) terlihat penuh. Pengunjung memadati areal JCC sejak dibuka pada pukul 10.00 pagi. Biasanya, seperti tahun-tahun sebelumnya, pada hari penutupan Inacraft, digelar sale atau diskon.

Terlihat di beberapa stand yang tertulis sale hingga 70 persen. Ada beberapa pengunjung yang juga puas karena bisa mendapatkan harga lebih murah dari hari sebelumnya. "Tapi barang yang saya incar tidak diskon,"kata Ayu, warga Tangerang.

Salah satu pemilik Stand, Cece mengatakan, barang yang di sale biasanya produk lama. Untuk produk baru, mereka tidak memberikan potongan harga karena bisa dijual di galeri atau butik yang mereka miliki.

Lain halnya dengan Nikmal Hayati, 39 tahun,wani! ta asal Bekasi yang sengaja datang untuk melihat pameran di Inacraft. Dia mengaku bukan untuk mendapatkan barang diskon. Tapi untuk bisnis yang baru akan dia rintis yakni usaha quilting, seni ketrampilan menjahit jelujur dengan tangan yang menggunakan benang khusus.

"Saya ingin survey hasil quilting penjual di Inacraft, apa bahan yang digunakan, apakah quilting mereka ada yang unik, sekaligus ingin mengetahui harga yang mereka jual. Jadi saya punya gambaran, akan jual berapa," katanya.

Pameran tahunan yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta itu dibuka sejak tanggal 23 hingga 27 April 2014. Tahun ini, Inacraft mengusung ikon produk sentuhan kekayaan budaya Jawa Tengah sebagai tema utama.

Pameran tersebut juga diikuti 1.600 perusahaan berskala kecil dan menengah (UKM) serta produsen dan pengusaha handicraft dari berbagai daerah di Indonesia yang menempati 1.290 kios di area pameran seluas 25.070 meter persegi. Sebanyak 1.290 kios tersebut t! erdiri dari 698 swasta, 450 dinas dan 137 Badan Usaha Milik Ne! gara. Tak hanya itu, ada pula peserta dari Irak, Vietnam, Hong Kong, dan Dubai.

ALIA FATHIYAH

Berita Lain:
3 Cara Membentuk Alis yang Seimbang
Operasi Cinderella untuk Ubah Bentuk Kaki
Cara Membuat Branding Jitu Menurut Burberry

Source : http://www.tempo.co/read/news/2014/04/27/108573661/Hari-Terakhir-Inacraft-Digelar-Sale

Read more →