Sabtu, 03 Agustus 2013

Layanan Rumah Sakit Terkenal Belum Tentu Terbaik

TEMPO.CO, Jakarta -Rumah sakit terkenal tak selalu memberi pelayanan terbaik. Laporan tim yang mengurusi laporan pelanggan atau costumer report dari Amerika Serikat  menunjukkan rumah sakit sekelas Harvard Medical School, Women's Hospital, dan dua rumah sakit di Washington D.C yang mendapatkan peniliaian paling rendah.

Tim ini meneliti lebih 2.500 rumah sakit. Hasil penelitian memberikan nilai tertinggi kepada Greater Baltimore Medical Center dan NYU Langone Medical Center di New York. Rumah sakit dengan penilaian baik ini justru tak terlalu terkenal.

"Sangat sedikit konsumen bisa memilih dengan cermat rumah sakit mana yang memberikan tindakan operasi terbaik. Mereka tidak tahu mana yang baik dan mana yang tidak," ujar Lisa McGiffert, direktur Consumers Union's Safe Patient Project. Pasien masih mendapat Informasi yang minim.

Dr. Peter Pronovost, kepala bidang keamanan dan kualitas pasien, memberikan gagasan pasien harus dibekali informasi tentang kualitas dari rumah sakit. Hal ini bertujuan agar pasien tidak berpatokan pada nama besar rumah sakit saja.

WEBMD | RINDU P HESTYA

Source : http://www.tempo.co/read/news/2013/08/02/060501986/Layanan-Rumah-Sakit-Terkenal-Belum-Tentu-Terbaik

Read more →

Pastikan Duduk Nyaman Saat Mudik Ketika Hamil Besar

Oleh Fitri Syarifah

Posted: 03/08/2013 12:02

TOPIK #Mudik Aman dan Sehat #Wanita Hamil

Pastikan Duduk Nyaman Saat Mudik Ketika Hamil Besar

Liputan6.com, Jakarta : Bagi Anda yang sedang hamil besar, mungkin ada baiknya memperhatikan hal berikut. Karena ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan pemudik yang sedang hamil ini.

Berita Terkait

5 Masalah Kesehatan yang Harus Diketahui Para Pemudik

5 Masalah Kesehatan yang Harus Diketahui Para Pemudik

KPAI Sarankan Pemudik Berkendara Motor Tak Bawa Anak

KPAI Sarankan Pemudik Berkendara Motor Tak Bawa Anak

Spesialis kandungan dari Rumah Sakit Bunda, Jakarta dr. Sita Ayu Sp.OG menyampaikan tips mudik bagi ibu hamil tersebut:

1. Buat tempat duduk senyaman mungkin

"Jika pemudik ini menggunakan mobil, saya menyarankan untuk mencari tempat duduk yang nyaman. Kalau bisa duduk di kursi yang sandarannya bisa diatur, karena empat duduk yang nyaman bisa mengurangi kelelahan selama perjalanan," ungkap Sita melalui pesan singkat kepada Liputan6.com, Sabtu (3/8/2013).

2. Rencanakan rute perjalanan

"Dari awal lebih baik sudah merencanakan rute perjalanan dan lokasi peristirahatan. Hal ini penting agar ibu hamil yang naik mobil bisa ke kamar kecil dan bisa menggerakkan kaki dan badan sejenak," katanya.

3. Lakukan pemeriksaan kandungan sebelum mudik

Sita menilai, ada baiknya bagi ibu hamil yang hendak mudik ini untuk mengonsultasikan dirinya ke dokter kandungan. Hal ini bertujuan agar dokter dapat memeriksa kondisi kesehatan ibu dan janin secara keseluruhan dan dapt memberi penguat kandungan apabila diperlukan.

4. Perhatikan masa kehamilan

"Tidak disarankan bagi wanita yang usia kehamilannya masuk 37 minggu untuk mudik. Karena pada waktu tersebut, ia bisa masuk persalinan sewaktu-waktu," ungkap Sita.

5. Bawa perlengkapan melahirkan dan obat-obatan yang dibutuhkan

Selain membawa perlengkapan melahirkan, Sita menyarankan bagi ibu hamil untuk membawa bantal duduk untuk sandaran. Satu hal yang tidak kalah penting, membawa makanan kecil, minuman yang cukup dan obat-obatan.

(Fit/-)

Berita Rekomendasi

  • Darius Tak Larang Anak Makan Junk Food, Asal Mau Sayur dan Buah
  • Cokelat Penyebab Wanita Histeris
  • Rossa: Belum Mandi Kalau Belum Keramas
  • Tips Bugar Sebelum Bermain Bola ala Darius Sinathrya
  • Seanie Nammock Perlahan-lahan Jadi Patung Hidup

Berita Populer

  • MUI: Solaria Belum Bersertifikat Halal
  • 9 Rahasia Seks Perempuan Nigeria
  • [VIDEO] 10 Wanita Jalan-jalan Pakai Bra Tembus Pandang
  • 7 Fakta Tentang Tubuh pria
  • 4 Makanan yang Bisa Usir Racun di Tubuh Anda

Source : http://health.liputan6.com/read/657227/pastikan-duduk-nyaman-saat-mudik-ketika-hamil-besar

Read more →

Yang Beresiko Alami Kanker Usus Besar

OKEHEALTH | DETAIL HEALTH UPDATE
Qalbinur Nawawi - Okezone
Sabtu, 3 Agustus 2013 12:30 wib

detail berita

Merokok salah satu perisiko kanker usus besar, (Foto : Timesoftmalta)

MENGETAHUI siapa saja yang berisiko menderita penyakit kanker usus besar penting diketahui. Sebab saat Anda terkategori di dalamnya, Anda bisa segara mengambil langkah preventif, sehingga risiko penyakit ini bisa dihindari.
 
Penyakit ini harus wajib diwaspadai semua orang, pasalnya penyakit ini bisa memicu kematian. Di mana gejala awal yang sering muncul ialah pendarahan saat buang air besar, lalu diiringi berat badan turun, pandangan kabur dan nafsu makan hilang. Namun tak usah khawatir, risiko penyakit ini bisa diputus dengan cara mengetahui siapa saja yang berisiko penyakit ini, lalu beralih menjalani gaya hidup sehat bila Anda masuk orang yang berisiko.
 
Lantas, siapa saja yang yang berisiko kanker usus besar?
 
Berikut orang-orang yang berisiko mengalami kanker usus besar, seperti yang dijelaskan Dr. Dean Koh, Ahli Bedah dari Mount Elizabeth Novena Hospital Singapore.
 
-Orang berumur 50 tahun ke atas
-Mempunyai riwayat kanker usus besar dalam keluarganya
-Perokok
-Orang yang sering mengonsumsi daging merah dan jarang mengonsumsi buah serta sayuran
-Jarang berolahraga
 
"Treatment yang dilakukan bagi orang berusia dibawah 50 tahun untuk mencegah kanker ini adalah dengan melakukan kolonoskopi setiap lima tahun sekali.Sementara, bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker usus besar bisa melakukan skrining setiap tiga tahun sekali" tutup Dr Koh.
(tty)
  • Waspadai Kanker Usus Besar, Pembunuh Diam-diam di Perut Anda
  • Broga, Yoga Baru untuk Pria
  • Atasi Siklus Tidur Buruk dengan Berkemah
  • Pangeran William: Ambil Cuti Saat Istri Melahirkan Anak Itu Penting
  • Kurang Tidur Bikin Suasana Hati Jadi Buruk

Source : http://health.okezone.com/read/2013/08/03/482/847091/yang-beresiko-alami-kanker-usus-besar

Read more →

AIMI akan beri penghargaan "komunitas mama perah"

Jakarta (ANTARA News) - Untuk memperingati Bulan Air Susu Ibu (ASI) di Indonesia yang jatuh pada Agustus ini, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) akan memberi penghargaan kepada komunitas mama perah.

Kampanye ini diadaptasi dari World Breastfeeding Week UNICEF yang berlangsung 1--7 Agustus 2013. Kampanye ini menekankan pentingnya menyusui sebagai cara paling mudah dan murah untuk menyelamatkan kehidupan anak.

"Kalau di Indonesia kami menyebutnya Bulan ASI, jadi selama sebulan penuh. Ada semacam penghargaan yang nanti akan diberikan ke komunitas ibu menyusui atau mama perah," kata Ketua Divisi Hukum dan Advokasi AIMI Amanda Tasya.

Sejauh ini, diakuinya, komunitas mama perah yang sudah terorganisir dan besar memang baru ada satu, sisanya ada tapi dengan jumlah yang lebih kecil.

Meski demikian, akan tetap ada penghargaan yang diberikan. Acaranya sendiri kemungkinan akan mulai dilakukan setelah Idul Fitri," kata Amanda.

Bayi yang disusui dengan ASI, berdaya tahan hingga 14 kali lebih baik di usia enam bulan pertamanya ketimbang bayi yang tidak mendapatkan ASI. Menyusui juga bisa menekan risiko angka kematian bayi hingga 45 persen.

Atas pentingnya peran ASI, UNICEF bekerjasama dengan National Center for Women's and Children's Health meluncurkan kampanye "10m2 of love" untuk mengalokasi, mendaftarkan, mensertifikasi dan mempublikasikan ruang laktasi untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan kepada ibu menyusui.(*)

Source : http://www.antaranews.com/berita/388807/aimi-akan-beri-penghargaan-komunitas-mama-perah

Read more →

Wajah Lebih Lembut Berkat Masker Kotoran Burung


KOMPAS.com - Anda mungkin tidak pernah menyangka, kotoran yang selama ini dianggap bau dan menjijikan ternyata dapat dibuat bahan untuk membuat wajah menjadi lebih lembut. Sebuah metode perawatan wajah dari Jepang menggunakan campuran kotoran burung bulbul dengan kulit biji padi dihargai 180 dollar Amerika Serikat.

Adalah Klinik Perawatan Kulit Shizuka di New York yang berhasil menggaet ratusan pelanggan untuk mencoba metode tersebut. Klinik tersebut mengklaim, facial kotoran burung mampu membuat wajah lebih lembut karena mengandung enzim yang dapat mengangkat sel kulit mati.

Pemilik klinik Shizuka Bernstein, wanita asal Jepang yang menikah dengan orang Amerika, menawarkan metode tersebut sejak lima tahun lalu. Metode tersebut pun ia namai dengan Geisha Facial.

Bernstein mengaku, metode facial tersebut sudah ada di Jepang sejak ratusan tahun yang lalu. Tepatnya sejak tahun 1600-an, metode tersebut umum digunakan oleh para aktor dan geisha.

Perawatan dimulai dengan penguapan untuk membuka pori-pori dan melembutkan kulit. Selanjutnya krim pun dioleskan. Inilah yang disebut Bernstein dengan saat kotoran mulai bekerja.

Krim tersebut ternyata adalah kotoran burung yang berwarna menyerupai krim, halus, dan kering yang dicampurkan dengan bubuk kulit biji padi. Lalu campuran tersebut dioleskan dengan kuas ke wajah dan dipijat lembut.

Kotoran memang identik dengan bau yang tak sedap, namun tidak untuk campuran krim tadi. "Bau, tapi seperti nasi panggang," ujar salah satu pelanggan.

Setelah lima menit, campuran krim dibersihkan dan pembersih. Kemudian wajah diusap dengan handuk yang sebelumnya direndam air hangat dan ekstrak lavender dan geranium.

Meskipun begitu, tidak semua kotoran burung memiliki efek yang sama. "Hanya kotoran burung bulbul yang memiliki efek demikian karena mengandung enzim dari makanannya yang berupa biji-bijian," jelas Bernstein.

Dr Michele Green, ahli kulit dan kosmetik mengatakan, krim kotoran burung bulbul memiliki efek meremajakan kulit. Namun efek tersebut tidak hanya diperoleh dari kotoran burung bulbul, melainkan juga pada beberapa bahan alami lainnya, seperti labu dan yogurt.

Source : http://health.kompas.com/read/xml/2013/08/03/1318191/Wajah.Lebih.Lembut.Berkat.Masker.Kotoran.Burung.

Read more →

Pojok ASI harus lebih berkualitas lagi

Jakarta (ANTARA News) - Pegiat air susu ibu (ASI) yang juga Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Advianti meminta pemerintah meningkatkan kualitas fasilitas untuk ibu menyusui, tak hanya di tempat ibu bekerja, tetapi juga di fasilitas umum.

"Kalau pengadaan ruang khusus menyusui atau Pojok ASI sebenarnya sudah lumayan, tetapi kualitasnya harus lebih diamati lagi terutama dari segi kenyamanan dan kebersihan," katanya di Jakarta, Jumat.

Menurut Maria, sarana minim membuat ibu tidak nyaman menyusui bayinya. Belum lagi, di beberapa tempat seperti mal, Pojok ASI biasanya disatukan dengan toilet.

"Masyarakat juga sepertinya kurang mengetahui soal Pojok ASI karena biasanya pengelola gedung atau fasilitas umum itu tidak memberikan keterangan yang memadai," katanya.

Fasilitas tempat menyusui juga tidak merata, padahal kawasan penunjang seperti stasiun atau terminal juga membutuhkan fasilitas laktasi yang sama.

Serupa dengan Maria, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Amanda Tasya mengungkapkan minimnya fasilitas umum untuk ruang menyusui itu.

"Masih banyak yang belum menyediakan, misalnya di tempat umum seperti transportasi angkatan darat, laut, udara atau stasiun kereta," katanya.

Oleh karena itu, dalam rangka Bulan ASI Agustus 2013 ini, pihaknya akan memberikan penghargaan khusus atas pengadaan ruang laktasi.

Bulan ASI adalah kampanye yang diadaptasi dari World Breastfeeding Week (1-7 Agustus 2013) yang diusung UNICEF. Kampanye ini menekankan pentingnya menyusui sebagai cara paling mudah dan murah untuk menyelamatkan anak.

Source : http://www.antaranews.com/berita/388779/pojok-asi-harus-lebih-berkualitas-lagi

Read more →

Ini yang Bikin Ayah Baru Kurang Hasrat Seksual

INILAH.COM, Jakarta- Tak hanya pada perempuan, memiliki bayi baru lahir juga mengurangi gairah seksual para ayah baru itu.

Kelelahan dan perasaan diabaikan karena kehadiran anggota keluarga baru itu yang seringkali menjadi alasan mereka menjadi tak berminat untuk bercinta.

Penelitian mengungkapkan satu dari lima ayah baru tidak bercinta hingga tiga bulan atau lebih setelah istri mereka melahirkan.

Sementara satu dari tiga para ayah baru melaporkan berhubungan intim sejak enam minggu setelah istri melahirkan.

Seperti dilansir daridailymail, penelitian dilakukan Universitas Michigan dan dilaporkan dalam jurnal Sexual of Medicine. Penelitian menyelidiki perilaku seksual dan kenikmatan dari 114 para ayah baru selama tiga bulan pertama setelah melahirkan.

Kurangnya waktu adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi hasrat seksual, bersama dengan kebiasaan tidur bayi, ketidaknyamanan fisik baik untuk pasangan dan tingkat pribadi kelelahan.

Berbeda dengan studi sebelumnya, ibu yang menyusui tidak membuat ayah merasa kurang mesra. [mor]

Source : http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2016755/ini-yang-bikin-ayah-baru-kurang-hasrat-seksual

Read more →