Senin, 28 April 2014

Beranda » » Jangan Berlebihan Beri Pujian pada Anak, Ini Dampaknya

Jangan Berlebihan Beri Pujian pada Anak, Ini Dampaknya

Jakarta, Semangat orang tua untuk memberikan pujian dan penghargaan kepada anak, sebaiknya tidak diberikan terlalu berlebihan. Karena memberikan pujian berlebihan kepada anak juga tidak baik bagi perkembangan anak.

Sebenarnya pujian merupakan salah satu cara yang dilakukan orang tua, untuk meningkatkan perilaku positif pada anak. Pujian juga menunjukkan bahwa orang tua memberikan perhatian pada anak, karena pada dasarnya setiap anak membutuhkan perhatian.

"Pujian merupakan sesuatu yang bagus untuk anak, bisa membuat anak termotivasi. Tetapi orang tua dalam memberikan pujian harus ada objeknya, jangan hanya mengatakan bahwa anak pintar, ya tapi pintarnya karena apa. Misalnya puji dia pintar karena karena sudah bisa menangkap bola atau puji dia karena pintar menggambar," kata psikolog Rini Hildayani, S.Psi., M.Si, saat hadir dalam acara talk show Lactogen 4 'My First Achievement', di Giggle The Fun Factory, FX Sudirman, Jl Jendera! l Sudirman, Jakarta, dan ditulis pada Senin (28/4/2014).

Tetapi jika orang tua memberikan pujian terlalu berlebihan kepada anak, bukannya membangun kepercayaan diri anak tetapi malah bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak. Misalnya saja akan anak merasa bahwa ia tidak mempunyai kualitas yang negatif.

"Kebanjiran pujian juga tidak baik, takutnya di sisi lain anak akan merasa dia tidak punya kualitas negatif. Takutnya juga ketika ada kegagalan yang dialami anak akan jadi sangat drop. Kalau nanti sewaktu-waktu ada temannya juga yang lebih unggul, dia akan merasa sangat terpuruk," kata Rini Hildayani.

Maksud memberikan pujian terhadap anak memang baik, tetapi ada bagusnya jika mulai dari lingkungan terdekat untuk tidak memberikan pujian secara berlebihan. Berikanlah pujian secara spesifik dan juga jika anak melakukan pencapaian baru.

"Misalkan anak sudah bisa mengancing baju berikanlah pujian, lalu nanti berikan pujian lagi ketika ia sudah bisa mema! kai baju sendiri. Dari lingkungan terdekat, ketika ia berhasil! kalau memang pencapaian pertama kali bisa berikan pujian. Tetapi untuk berikutnya tidak harus memberikan pujian setiap ia mencapai sesuatu, bisa dengan anggukan atau senyum saja. Ketika ia mencapai hal yang lain, baru dipuji lagi," saran psikolog yang juga mengajar di Universitas Indonesia tersebut.

(vit/vit)

Ingin Mendapatkan Rp 500,000 dari detikHealth ? Ceritakan Pengalaman Dietmu di Sini

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/39d19154/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A40C280C1146510C2567260A0C7640Cjangan0Eberlebihan0Eberi0Epujian0Epada0Eanak0Eini0Edampaknya/story01.htm