Minggu, 04 Agustus 2013

Beranda » » Peneliti Temukan Alat untuk Kendalikan Hewan Lewat Pikiran

Peneliti Temukan Alat untuk Kendalikan Hewan Lewat Pikiran

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Jakarta, Mirip telepati, para ilmuwan di Harvard berhasil menemukan cara yang membuat manusia bisa mengontrol hewan lewat pikiran. Dengan teknologi yang menghubungkan otak lewat komputer, sinyal saraf di otak manusia bisa direspons oleh hewan.

Temuan ini merupakan teknologi yang pertama kalinya menghubungkan otak manusia dengan hewan tanpa prosedur pembedahan. Dalam laporan yang dimuat jurnal jurnal PLoS One, inovasi ini menjanjikan masa depan teknologi yang dapat merevolusi jagat komunikasi

Teknologi ini dibuat didasarkan penelitian sebelumnya tentang penghubungan antara otak dengan komputer. Komputer mencatat aktivitas otak dan menerjemahkannya dalam pola motorik tertentu. Walau para ilmuwan belum dapat memahami metode pengkodean sinyal di otak, mereka dapat menentukan wilayah otak mana yang bertanggung jawab atas tindakan tertentu.

Dengan kata lain, seperti dikutip dari Medical Daily, Minggu (4/8/2013), para ilmuwan dapat menggerakkan jari hewan dengan menargetkan area otak secara spesifik. Hanya saja, mereka masih belum dapat melakukan manuver atau gerakan yang terkendali.

Dalam percobaan, peneliti mencoba melakukan kontrol terhadap tikus. Menggunakan focused ultrasound computer brain interface (FUS) yang dapat menstimulasi daerah otak yang ditargetkan, seorang subjek manusia diminta menggunakan alat serupa lalu mengamati pola visual yang ditampilkan pada layar.

Komputer mengenali respon otak manusia, lalu mengirim sinyal yang membuat ekor tikus untuk bergerak-gerak. Walau hanya sebentar, keberhasilan ini sudah dianggap membanggakan. Video dari percobaan ini juga diunggah di YouTube.

"Hasil penelitian kami menunjukkan kelayakan metode penghubungan fungsi saraf pusat antara dua entitas biologis lewat komputer, yang dapat memberikan peluang dalam studi neuroscience yang belum dijelajahi. Ini juga berpotensi digunakan dalam terapi," tulis para peneliti.

Para peneliti berharap, komunikasi dari otak ke otak ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penyandang cacat, gangguan neurodegeneratif, dan kerusakan otak. Bahkan bukan mustahil jika nantinya dapat dikembangkan menjadi teknologi pengontrol pikiran.

(pah/vit)

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/2f8746f6/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A130C0A80C0A40C120A4260C23239730C7630Cpeneliti0Etemukan0Ealat0Euntuk0Ekendalikan0Ehewan0Elewat0Epikiran/story01.htm