Jumat, 02 Agustus 2013

Beranda » » Merokok dan Jarang Makan Sayur? Hati-hati Risiko Kanker Usus Mengintai

Merokok dan Jarang Makan Sayur? Hati-hati Risiko Kanker Usus Mengintai

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Jakarta, 'Diam-diam mematikan' mungkin kalimat tersebut cocok untuk jenis kanker yang satu ini. Ya, kanker usus besar merupakan salah satu kanker yang paling mematikan dan sulit disembuhkan. Kebiasaan sepele yang tidak sehat bisa memicu hadirnya kanker ini lho.

Dr Dean Koh, Ahli Bedah Mount Elizabeth Novena Hospital, dalam keterangan tertulis yang diterima detikHealth pada Kamis (1/8/2013) mengatakan orang yang berisiko terkena kanker usus besar adalah orang yang sudah berumur 50 tahun ke atas. Selain itu adalah mereka yang mempunyai riwayat kanker usus besar dalam keluarga.

"Merokok, sering mengonsumsi daging merah, jarang mengkonsumsi buah juga sayur, dan jarang olahraga juga bisa jadi pemicu," kata Dr Dean Koh.

Gejala dari fase awal penyakit ini sering tidak terlihat atau sering diabaikan oleh penderitanya. Seperti masalah pada pencernaan atau buang air besar, terjadinya pendarahan pada feses, kehilangan berat bdan serta nafsu makan.

Untuk terhindar dari penyakit kanker usus besar, yang merupakan kanker pembunuh kedua ini, perlu untuk tidak mengabaikan gejala-gejala yang muncul. Segeralah periksakan diri ke dokter jika muncul salah satu gejala.

Selain itu pemeriksaan feses dan darah, juga kolonoskopi dapat dilakukan guna mencegah kanker ini berkembang biak dan terlambat ditangani. Dan bagi yang memiliki riwayat keluarga yang memiliki kanker usus besar, sebaiknya dilakukan screening setiap tiga tahun sekali.

Sayangnya, banyak orang yang tidak sadar bahwa ia mengidap kanker usus, sampai penyakit tersebut semakin parah, akhirnya kanker terdeteksi setelah sudah stadium lanjut. "Banyak penderita kanker usus besar yang tidak sadar bahwa mereka terjangkit penyakit tersebut sampai penyakit itu semakin parah," ujar Dr Dean Koh.

Setiap tahunnya sekitar 1 juta masyarakat di dunia didiagnosis menderita penyakit ini. Risiko penderita kanker usus besar meningkat tajam pada perempuan dan laki-laki berusia lanjut (50 tahun ke atas).

"Kanker kolorektal tidak berkembang dalam semalam. Setidaknya dibutuhkan sekitar dua tahun atau lebih untuk berkembang biak. Awalnya kanker ini tumbuh secara jinak (biasanya disebut polip) pada lapisan dalam usus. Polip ini mudah terdeteksi dalam kolonoskopi dan dapat dihapus pada saat yang sama tanpa banyak kesulitan," tutur Dr Dean Koh.

"Setelah dihapus, polip tidak mendapatkan kesempatan untuk berubah menjadi kanker. Ini berarti bahwa pemeriksaan terhadap usus kita sangat penting. Ini jelas berguna untuk orang dengan riwayat keluarga yang kuat dengan kanker usus besar dan bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun," Dr Dean menambahkan.


(vit/vit)

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/2f6e6ace/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A130C0A80C0A10C1930A230C23219230C7630Cmerokok0Edan0Ejarang0Emakan0Esayur0Ehati0Ehati0Erisiko0Ekanker0Eusus0Emengintai/story01.htm