Kamis, 01 Agustus 2013

Beranda » » Kelopak Mata Berkedut dan Rambut Rontok? Itu Ciri Sedang Stres

Kelopak Mata Berkedut dan Rambut Rontok? Itu Ciri Sedang Stres

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Jakarta, Stres bisa dialami semua orang meskipun banyak juga yang tidak menyadari bahwa dirinya tengah stres. Gejala seseorang sedang stres tak melulu terkait dengan mental atau emosional saja, tetapi tanda-tanda fisik juga bisa mengindikasikan Anda tengah mengalami stres.

"Salah satu masalah terbesar yang saya lihat selama praktek yaitu wanita datang dengan beberapa tanda-tanda fisik dari stres," kata Nancy Molitor Ph.D, profesor psikiatri di Northwestern University Feinberg School of Medicine.

Bahkan, sebuah studi baru menunjukkan bahwa stres dan emosi yang tidak stabil secara konsisten terkait dengan kesehatan fisik yang buruk di lebih dari 150.000 orang di 142 negara. Hal ini dikarenakan pikiran dan tubuh terhubung secara intrinsik. Menurut Molitor, stres emosional memerintah tubuh untuk menghasilkan hormon stres seperti kortisol.

Cara terbaik mengurangi stres yaitu istirahat yang cukup, konsumsi makanan sehat, olahraga, meminta dukungan teman-teman, dan fokus pada diri sendiri. Selain itu, menurut Molitor ada baiknya Anda mengenali tanda-tanda fisik yang mengindikasikan bahwa Anda sedang stres, seperti dikutip dari Womenshealthmag, Rabu (31/7/2013):

1. Kelopak mata berkedut

Biasanya, kedutan di kelopak mata terjadi selama beberapa menit. Stres adalah salah satu penyebab yang paling umum meskipun dokter belum yakin mengapa itu bisa terjadi. Ketika mata berkedut, cobalah tutup mata Anda dan bersantai.

Tarik napas dalam selama empat detik, tahan napas selama tujuh detik, lalu buang napas selama delapan detik. Ulangi ini sampai empat kali disertai dengan menekan ringan kelopak mata yang tertutup menggunakan jari.

"Air mata buatan juga bisa membantu meringankan kedutan dan mata kering yang bisa memperburuk keadaan," kata Anne Sumers dari American Academy of Ophthalmology. Jika kedutan itu menyebar ke bagian tubuh lain, segera konsultasi dengan dokter.

2. Rambut rontok

Sekitar tiga sampai enam bulan setelah mengalami masalah besar misalnya berhenti kerja atau putus cinta, Anda mungkin akan melihat lebih banyak rambut di sisir atau di bantal Anda. Menurut dermatolog di Santa Barbara, California, Roberta Sengelmann, MD, kadar hormon seks bernama androgen yang tinggi akibat stres bisa mempengaruhi folikel rambut sehingga menyebabkan rambut rontok.

Tak ada obat yang terbukti bisa mengembalikan rambut rontok. Tapi tak ada salahnya menjaga pola makan Anda untuk membantu pertumbuhan sel rambut.

3. Sakit perut

"Sistem saraf otak terkait dengan usus, sehingga stres mental bisa mendatangkan malapetaka pada saluran pencernaan Anda, " kata Bincy Abraham, MD, ahli pencernaan di Baylor College of Medicine. Biasanya dokter akan mengobati sakit perut Anda dengan memberi obat pelunak feses, obat anti-mual, atau perubahan pola makan. Sementara itu, olahraga menjadi obat alami terbaik untuk atasi gejala stres pada perut seperti sembelit, mual, muntah, dan sembelit. Dengan olahraga, hormon kadar endorfin akan naik dan membuat pikiran serta usus merasa lebih baik.

4. Jerawat

"Sama seperti rambut, kulit juga sensitif saat kadar androgen melebihi normal sehingga bisa timbul jerawat," kata Sengelmann. Sebaiknya, bicaralah dengan dokter kulit jika jerawat Anda terus menerus timbul. Kondisi ini bisa mnegakibatkan peradangan kronis dan timbulnya jaringan parut

Obat oral dan topikal serta sabun tertentu bisa membantu mengeluarkan pori-pori dan melenyapkan bakteri penyebab jerawat. Pastikan pula Anda tidak memakai make-up, pelembab, dan tabir surya yang menyumbat pori

5. Sakit punggung

Saat sedang stres, hormon dalam tubuh dalam keadaan fight or flight yang beriringan dengan meningkatnya tekanan darah serta detak jantung lalu menyebabkan otot-otot Anda mengencang. Berlari menjadi salah satu cara mengatasi kondisi tersebut.

"Tapi jika terus-terusan Anda mengalami kondisi seperti itu, maka Anda akan merasa sakit sebagai bentuk respons dari stres yang kronis. Selain itu nyeri punggung juga bisa terjadi saat Anda terlalu sering membungkuk di meja kerja," kata Joanne Borg-Stein, MD dari Harvard's Spaulding Rehabilitation Hospital.

Bergerak adalah obat terbaik mengatasi sakit punggung. Berdirilah setiap jam dan lakukan beberapa peregangan seperti memutar leher dan bahu, menyentuh jari-jari kaki dan jalan sekitar 10 sampai 15 menit sekali atau dua kali selama di kantor.

6. Ruam

Stres bisa menyebabkan ruam yang serius hal ini disebabkan saat stres, sistem kekebalan tubuh Anda menurun sehingga rentan terhadap infeksi kulit yang bisa menimbulkan ruam. Jika kekebalan menurun, kulit jadi lebih sensitif dan bahkan bisa menimbulkan masalah yang lebih serius seperti eksim.

"Dalam beberapa kasus, krim pelembab kulit bisa membantu menyembuhkan ruam tersebut. Tapi jika ruam disertai demam atau gejala lain seperti flu, menggigil, berkeringat, maka segeralah temui dokter Anda," tutur Sengelmann.

(up/up)

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/2f62ee13/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A130C0A70C310C1957370C2320A6210C7630Ckelopak0Emata0Eberkedut0Edan0Erambut0Erontok0Eitu0Eciri0Esedang0Estres/story01.htm