Minggu, 04 Agustus 2013

Beranda » » Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Anda Terangsang

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Anda Terangsang

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Jakarta, Berhubungan seks bukan sekadar aktivitas untuk bereproduksi. Sebab dalam bercinta ada semacam rekreasi yang membuat tubuh dan pikiran terasa rileks. Nah, apa yang terjadi pada tubuh dan pikiran ketika Anda terangsang atau bahkan saat sibuk bercinta?

Berikut ini hal-hal menarik yang terjadi pada pikiran dan tubuh saat seseorang melakukan aktivitas bercinta, seperti dikutip dari womenshealthmag, Sabtu (3/8/2013):

1. Apapun Tampak Seksi

Otak memainkan peran penting dalam membangkitkan gairah bercinta. Peneliti dari Queens University di Kingston, Ontario menemukan bahwa meskipun perempuan hanya terangsang oleh laki-laki, namun gairah fisiologi yang diketahui dari aliran darah vagina memberi tahu hal yang berbeda.

Kebanyakan perempuan dalam penelitian itu terangsang oleh setiap stimuli seksual saat mereka melihat tubuh laki-laki dan perempuan yang sedang telanjang, hubungan seks yang dilakukan heteroseksual maupun homoseksual, dan bahkan seks yang dilakukan hewan. Jadi intinya perempuan bisa terangsang oleh situasi yang jauh lebih luas daripada yang Anda pikirkan. Saat sudah terangsang, segala sesuatu pun terlihat seksi.

2. Tidak Peduli Pada yang Jorok

Keringat berlebihan, bau badan, ataupun bau mulut kerap dianggap sebagai hal-hal yang jorok. Namun pada saat terangsang secara seksual, hal-hal yang jorok seperti ini kurang diperhatikan. Demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal online PLoS One. Jadi inilah alasan Anda rela menghirup napas bangun tidur pasangan yang mungkin kurang sedap demi morning sex.

3. Otak Merespons Setiap Sentuhan

Otak merespons setiap sentuhan yang Anda rasakan di setiap sudut tubuh. Para peneliti di Rutgers University menggunakan scanner fMRI untuk melihat apa yang terjadi dalam otak ketika seseorang terangsang. Hasilnya, mereka menemukan bahwa daerah otak yang diaktifkan dalam menanggapi rangsangan pada vagina, leher rahim, klitoris, dan puting ternyata berbeda-beda. Karena otak memegang peranan penting dalam membangkitkan gairah, dengan merangsang beberapa bagian ini sekaligus maka bisa menghasilkan sesuatu yang lebih eksplosif.

4. Organ Genital 'Mengembang'

Ketika seorang perempuan terangsang, vaginanya akan benar-benar mengembang sehingga memberikan ruang bagi pasangan untuk melakukan penetrasi. Panjang vagina dalam keadaan normal sekitar 3 inci atau 7,6 cm, yang mungkin tampak cukup dangkal ketika Anda menempatkan tampon. Tetapi pada saat terangsang, rahim tertarik sehingga memperpanjang dinding vagina menjadi sekitar 5 inci atau 12,7 cm. Demikian dikatakan Debby Herbenick, PhD, penulis Because It Feels Good.

5. Rasa Nyeri Berkurang

Pada saat terangsang, tubuh akan kurang merasakan rasa nyeri ketimbang saat tidak terangsang. Inilah alasan gigitan atau jambakan rambut yang dilakukan pasangan saat hubungan seks berlangsung tidak terasa begitu menyakitkan. Hal ini terjadi karena ambang nyeri yang mungkin meningkat selama tubuh bergairah. Demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sex Research.

Berkurangnya rasa nyeri pada saat terangsang membuat penetrasi lebih nyaman. Namun Herbenick memperingatkan bahwa mungkin ada sisi negatif dari hal ini. "Beberapa orang mengatakan bahwa mereka telah menyakiti diri mereka sendiri dan tidak menyadari hal itu sampai setelah berhubungan seks," ucapnya.

6. Perubahan Pada Payudara

Suatu kali saat Anda terangsang atau saat sedang melakukan aktivitas bercinta dengan suami, sempatkan untuk memeriksa payudara Anda. Karena ada peningkatan aliran darah ke daerah tersebut, maka puting akan lebih tegak dan sedikit berwarna lebih gelap daripada biasanya. Bahkan ada penelitian yang menyebut payudara perempuan akan sedikit membengkak saat sedang bergairah.

7. Tubuh Memerah

Penelitian menunjukkan temperatur tubuh dan wajah meningkat pada saat sedang bergairah. Itu makanya wajah dan dan dada kemungkinan menjadi sedikit memerah ketika Anda sedang berhubungan seks. Meningkatnya aliran darah dan jantung menyebabkan 'sex flush' pada beberapa orang. Kondisi inilah yang menyebabkan munculnya ruam merah di dada yang akan menghilang saat gairah menurun.

8. Otak 'Meleleh'

Otak seperti meleleh menjadi bubur saat seseorang mengalami orgasme. Hal ini terjadi karena amigdala, bagian dari otak yang dianggap sebagai pusat penyimpanan pikiran terhadap rasa takut dan kecemasan menutup saat perempuan mengalami orgasme. Demikian menurut sebuah studi dari University of Groningen di Belanda. Bahkan menurut hasil scan otak, gerakan tubuh yang Anda buat selama orgasme sama sekali tidak sadar.

9. Ketegangan Otot

Selama orgasme, tubuh mengalami masa-myotonia atau kejang otot, akibat aktivasi otot vagina. Demikian menurut studi yang dilakukan William Masters dan Virginia Johnson. Hal ini menyebabkan otot-otot di kaki, lengan, leher, perut, dan wajah tegang. Pada saat yang sama, kontraksi vagina tak disengaja terjadi secara berkala.

Penyebab ketegangan saat orgasme terletak pada gairah seksual. Kontraksi atau ketegangan otot akan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh dan ke daerah genital. Sedangkan gairah akan sangat membantu sebagian besar wanita mencapai orgasme. Meski demikian, para peneliti masih bertanya-tanya mengapa beberapa wanita tidak mengalami ketegangan otot ini sama sekali.

10. Kandung Kemih Tertahan

Ketika Anda orgasme, tubuh melepaskan hormon antidiuretik. Inilah yang menjadi alasan, kata Herbenick, mengapa Anda mungkin tidak bisa segera buang air kecil setelah berhubungan seksk. Hanya saja, jangan menunda ke kamar mandi terlalu lama. Bahkan para ahli menyarankan agar Anda segera berkemih setelah berhubungan seks untuk membantu mencegah infeksi kandung kemih.

(vit/vit)

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/2f81a411/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A130C0A80C0A30C1533510C23236880C1390A0Cini0Eyang0Eterjadi0Epada0Etubuh0Edan0Epikiran0Esaat0Eanda0Eterangsang/story01.htm