Kamis, 25 Juli 2013

Beranda » » Tumbuh Gigi Sebabkan Bayi Demam? Itu Cuma Mitos

Tumbuh Gigi Sebabkan Bayi Demam? Itu Cuma Mitos

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Jakarta, Saat pasangan baru memiliki anak, tak jarang orang di sekitar mereka memberi nasihat terkait dengan perkembangan si bayi. Bahkan, terkadang nasihat yang dilontarkan berkaitan erat dengan mitos-mitos seputar bayi. Nah, apakah mitos-mitos itu benar adanya?

"Ada beberapa hal yang dikatakan orang tua cukup berbahaya bagi kesehatan bayi, padahal itu tidak selamanya terjadi. Sebaliknya ada beberapa mitos yang mungkin justru menyebabkan kerugian," kata Dr Rachel Vreeman, asisten profesor pediatri di Indiana University School of Medicine di Indianapolis.

Seperti dikutip dari Live Science, Kamis (25/7/2013) ini dia 7 mitos mengenai perkembangan bayi yang ditepis oleh para ahli:

1. Tumbuh gigi bisa sebabkan bayi demam

Fakta: "Orang tua seringkali mengabaikan demam pada anak yang giginya sedang tumbuh. Ini salah satu contoh mitos yang berbahaya," kata Vreeman.

Menurutnya, belum ada penelitian yang menunjukkan hubungan kuat antara keduanya tapi keterkaitan ini sudah sangat dipercaya sebagian besar orang tua. Vreeman menegaskan demam pada saat bayi tumbuh gigi tidak boleh diabaikan dan harus segera mendapat penanganan medis.

2. Pemberian sedikit obat dewasa pada bayi itu aman

Fakta: Obat orang dewasa bisa berbahaya jika diberikan pada bayi meskipun dosisnya sudah dikurangi. Bukan ide yang baik jika obat batuk untuk anak-anak diberikan pada bayi atau mereka yang berumur di bawah empat tahun. Akibatnya bisa saja mempengaruhi denyut jantung atau depresi pernapasan pada bayi dan anak di bawah empat tahun. Obat untuk hidung tersumbat dan sinus untuk orang dewasa juga berbahya bagi bayi dan anak-anak.

"Contohnya antihistamin atau antibiotik mungkin cocok diberikan untuk orang dewasa yang sesak atau memiliki sinus. tapi bagi bayi atau anak yang sinusnya masih berkembang itu justru bisa mengakibatkan sakit perut, diare, atau ruam," jelas Dr. Sarah Denny, dokter unit gawat darurat dan anggota fakultas di Center for Injury Research and Policy Nationwide Children's Hospital di Columbus, Ohio.

3. Bayi membutuhkan air saat ia kepanasan

Fakta: Bayi layaknya anak-anak dan orang dewasa perlu untuk tetap terhidrasi. Pada beberapa kasus, dokter anak bisa saja merekomendasikan bayi diberi air sebagai solusi rehidrasi oral. Tapi, sebagian besar cairan yang diperoleh bayi harus berasal dari ASI atau susu formula.

Karena ginjal pada bayi belum sepenuhnya berfungsi, tubuhnya belum siap untuk mengeluarkan air. Akibatnya, bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dan sodium. Sesekali, bayi bisa minum air setelah berusia enam bulan, tapi lebih baik konsultasikan terlebih dulu dengan dokter. Setelah berusia satu tahun, mereka mulai bisa minum air putih dengan teratur.

4. Video tertentu bisa membuat bayi belajar lebih cepat

Fakta: Penelitian menunjukkan program edukasi anak melalui video tertentu memang bisa membuat mereka belajar lebih cepat, tapi itu hanya bermanfaat bagi mereka yang berusia dua tahun atau lebih. Tahun 2011, American Academy of Pediatrics menegaskan bahwa pendidikan kepada bayi usia di bawah dua tahun melalui video tetap tidak terbukti, meskipun faktanya, tiga perempat dari video edukasi bagi bayi yang paling laris mengkalim bisa memberi pendidikan secara eksplisit atau implisit.

"Bayi-bayi tampaknya menonton video itu dengan kekaguman dan perhatian. Tapi sebenarnya tayangan tersebut menyebabkan keterlambatan dalam perkembangan bahasa karena mereka melihat itu melalui layar dan bisa saja terjadi efek tunda dalam pembelajaran bahasa," kata Vreeman.

5. Baby walker adalah cara aman membantu bayi agar bisa berjalan lebih cepat

Fakta: Banyak orang tua menggunakan baby walker atau alat bantu bagi bayi belajar supaya buah hati mereka sedikit terhibur dan bisa berjalan lebih cepat. Menurut Sarah Denny, sebenarnya tidak ada manfaat nyata dari cara itu dan justru berbahaya. Beberapa penelitian mengatakan baby walker justru memperlambat kemampuan bayi untuk berjalan sendiri. Selain itu, mobilitas bayi juga lebih mudah, terkadang mereka tiba-tiba sudah mendekati tangga atau benda berbahaya lain saat orang tua tidak mengawasinya.

"Banyak orang tua berpikir anak mereka aman saat menggunakan alat bantu di bawah pengawasan yang ketat," kata Dr Gary Smith, direktur Center for Injury Research and Policy di Nationwide Children's. Ia menambahkan, pengawasan tidak pernah cukup karena cedera biasanya terjadi sesaat sebelum orang tua bereaksi. Menurut Sarah Denny, pilihan yang lebih tepat adalah standing activity discs, cakram yang membantu bayi berdiri di satu pusat dan ia tetap bisa belajar berdiri dan melangkah.

6. Gunakan ASI untuk atasi infeksi telinga bayi

Fakta : ASI memang makanan terbaik bagi bayi karena mengandung lebih dari satu sumber gizi. Namun, menurut Vreeman, ada juga beberapa orang yang menyarankan orang tua memberi sedikit ASI pada telinga bayi untuk mengobati infeksi telinga.

"Strategi itu tidak akan membantu justru menimbulkan infeksi baru. ASI memang mengandung beberapa antibodi yang berguna bagi tubuh, tapi di dalamnya juga banyak gula yang memungkinkan bakteri untuk tumbuh," papar Vreeman.

Karena gendang telinga menutup daerah yang terinfeksi, maka ASI tidak akan bisa mencapai infeksi tersebut, justru ketika ASI menggenang, itu akan menimbulkan bakteri. "Manfaat ASI memang besar hanya jika Anda menelannya, tapi menempatkannya di daerah yang tidak seharusnya, itu justru risiko besar," tegas Vreeman.

7. Menggunakan jeruji pada boks bayi adalah cara aman melindungi kepalanya saat tidur

Fakta: Beberapa orang tua percaya memasang jeruji di sisi boks bayi mereka akan melindungi kepala si kecil. "Padahal, bayi juga punya kekuatan cukup yang menyebabkan kepalanya mengalami cedera serius akibat terbentur jeruji pada boks," kata Sarah Denny.

Selain itu, risiko mati lemas atau sudden infant death syndrome (SIDS) akibat pemakaian jeruji pada boks bayi juga lebih tinggi. Maka dari itu AAP merekomendasikan selimut dan jeruji tidak digunakan dalam boks bayi.

(vit/vit)

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/2f1f673d/sc/13/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A130C0A70C250C0A711540C23136290C130A0A0Ctumbuh0Egigi0Esebabkan0Ebayi0Edemam0Eitu0Ecuma0Emitos/story01.htm