Kamis, 25 Juli 2013

Beranda » » Peragaan Busana Perancang Indonesia di Swiss

Peragaan Busana Perancang Indonesia di Swiss

TEMPO.CO, Jakarta -Satu lagi ajang internasional akan menyambangi insan mode Indonesia. Adalah Aji Bram, orang Indonesia yang sudah lama tinggal di Swiss mengajak beberapa perancang Indonesia unjuk diri dalam acara bertajuk Indonesian Fashion&Batik Festival (IFBF) 2013 yang akan berlangsung 20 September di Volkshaus Zurich, Swiss. Aji menjadi penggagas berlangsungnya acara IFBF 2013 ini.

"IFBF adalah tema fashion show yang akan berlangsung di Swiss. Acara ini akan mengangkat keberagaman tekstil Indonesia bergaya ready to wear dan haute couture," kata Aji saat ditemui di acara buka puasa di Pendhapa Pusthika, Tirtayasa, Kebayoran Baru, Selasa, 24 Juli 2013.

Aji yang sejak akhir tahun 1990-an menetap di negara Eropa dan lima tahun belakangan tinggal di Zurich sebari menekni fashion. Di sana, dia memiliki label lurik by Aji Bram dan pernah menangani seragam kapal persia ke Jerman  dan pramugari Trigana Air Indonesia termasuk beberpa perusahaan di negar-negara Eropa.

Acara ini diyakini Aji menjadi peragaan busana yang menampilkan perancang Indonesia berbakat baik yang berdomisili di luar negeri terutama Swiss dan Indonesia. Pria asal Tulungagung ini sudah beberapa kali mengadakan peragaan busana di Zurich, Swiss. "Dalam acara ini selain fashion show akan ada pameran dan diskusi tentang kekakayaan, kebudayaan dan kain Indonesia," ujar dia.

Beberapa perancang yang akan ikut ambil bagian di acara ini adalah Reny Feby Jewelry, Lurik by Aji Bram, Shafira, Ichwan Toha, Lombang Batik by Yati Law, Mario Winardi, Tertia Enda, Chi-Chi, Djatiwaru Project by Adlien Fadila dan Armedes by Diana. Kemudian beberapa perancang Indonesia yang tinggal dan berkarir di Swiss seperti Tu Me Marques Collection by Kalbariadi, Sinta Lehmann Pearls, Darmiani Fashion By Komang, M'Y by Johanesly dan Ewie Kusnadi.

"Kami yakin acara yang baru pertama kali dan akan berlangsung rutin setiap tahun ini akan menjadi barometer geliat fashion di kota Zurich. Kota ini merupakan kota termahal di Swiss dan akan menjadi pasar yang bagus karena masyarakatnya sangat antusias merespon karya perancang Indonesia yang sangat deatil dan kaya dengan bahan kain Indonesia. Inspirasinya lokal namun untuk gaya global," kata Aji.

Reny Feby, perancang perhiasan yang memiliki pelanggan masyarakat di negara Asia dan Eropa mengaku bangga dengan ajang ini.

"Tawaran yang menarik, kami mendapat kesempatan untuk unjuk diri. Siapa tahun Zurich akan menjadi kota mode selanjutnya setelah Paris, Milan dan London," kata Reny yang rancangan perhiasannya sering dikenakan keluarga kerajaan di Brunei dan beberapa negara Eropa.

Adapun perancang Yati Law yang menyajikan batik Madura yang dirancang menjadi koleksi busana siap pakai mengatakan, "Kebetulan rancangan saya mengkhususkan diri untuk para ekspatriat atau orang asing. Saya enggak takut dan yakin di acara ini akan membuka peluang pasar yang bagus untuk perancang seperti kami," ujarnya.

HADRIANI P

Baca juga
Kate Sempat Menyalon Sebelum Perlihatkan Bayinya
Shinta Antonia, Inspirasi dari Singkawang
Louis Vuitton Gandeng Seniman Indonesia


 

Source : http://www.tempo.co/read/news/2013/07/25/110499661/Peragaan-Busana-Perancang-Indonesia-di-Swiss