Kamis, 25 Juli 2013

Beranda » » Penderita Gagal Ginjal Makin Didominasi Kaum Muda

Penderita Gagal Ginjal Makin Didominasi Kaum Muda

TEMPO.CO,Surabaya-Jumlah pasien gagal ginjal berusia muda di Surabaya meningkat. Menurut Walikota Surabaya Tri Rismaharini, trend penderita gagal ginjal tidak lagi didominasi kaum berumur. "Sekarang ini pasien yang cuci darah usianya masih muda-muda," kata Risma, Rabu, 24 Juli 2013.

Gagal ginjal di usia muda bisa terjadi karena faktor pekerjaan yang tanpa disadari menuntun ke arah gaya hidup tidak sehat. Sebab mayoritas di antara pasien gagal ginjal berprofesi sebagai  satpam ataupun sopir. "Kebanyakan pasien-pasien itu bekerjanya malam hari, sehingga agar badan tetap fit mereka mengonsumsi minumen suplemen tiap hari," ujar Risma.

Peningkatan jumlah pasien muda itu dapat dilihat dari naiknya pengguna kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat non-kuota yang harus dicover Pemerintah Kota Surabaya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan pada tahun lalu anggaran Jamkesmas non kuota hanya Rp 56 miliar.

Tapi pada 2013 ini meningkat menjadi Rp 124 miliar. Bahkan dalam perubahan anggaran keuangan bertambah Rp 20 miliar. "Kalau nggak ditambah, nggak cukup," ujar perempuan yang akrab dipanggil Feni ini.

Penambahan anggaran itu paling banyak diserap oleh hemodialisa atau cuci darah. Pada 2013 ini misalnya, pasien Jamkesmas non kuota untuk hemodialisa sebanyak 281 orang. Data Dinas Kesehatan Surabaya juga menunjukkan jumlah kunjungan pasien gagal ginjal secara umum di rumah sakit dan Puskesmas terus meningkat sejak 2011.

Jika pada 2011 sebanyak 477 kunjungan dan pada 2012  350 kunjungan. Tahun ini hingga Mei sudah tercatat 398 kunjungan. Pada 2011, pasien ginjal berusia 25-44 tahun sejumlah 112 orang, usia 45-64 tahun sebanyak 138 dan 65 tahun keatas 227 orang.

Sedangkan pada 2012, penderita gagal ginjal bahkan berusia belia yaitu 1-4 tahun sebanyak 3 pasien, 5-14 tahun ada 7 pasien. Mereka yang berusia 15-44 tahun lebih banyak lagi dengan jumlah 114 orang, 81 orang usia 45-54 tahun, 87 orang usia 55-64 tahun dan berusia lebih dari 65 tahun ada 58 orang.

Sepanjang Januari hingga Mei 2013 ini, pasien gagal ginjal pun kembali meningkat, terutama di rentang usia 45-64 tahun sebanyak 225 orang. Sedangkan mereka yang berusia 65 tahun lebih ada 167 orang.

Menurut Feni, penderita gagal ginjal berusia muda lebih banyak dipengaruhi oleh gaya hidup. Stres, kelelahan, konsumsi minuman suplemen, makanan mengandung formalin dan borax serta kurangnya minum air putih menjadi faktor pemicu. "Lebih banyak karena gaya hidup, capek dan kurang minum air putih," ujar dia.

Gagal ginjal memang penyakit terbanyak yang diderita pasien pengguna Jamkesmas non kuota. Sekali cuci darah, setiap pasien harus mengeluarkan biaya Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta. Bahkan ada rumah sakit yang memasang tarif Rp 1,5 juta untuk sekali cuci darah. Padahal beberapa pasien butuh cuci carah seminggu dua kali.

"Kalau tidak dicover Jamkesmas, kasihan. Karena ini penyakit seumur hidup," ujar perempuan yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Soewandhie Surabaya ini.

AGITA SUKMA LISTYANTI

Berita Terpopuler:
Jenderal Rekening Gendut Tidak Etis Jadi Kapolri
FPI: Kami Bubar Sendiri Kalau Penegak Hukum Tegas 
Kompolnas: Tak Ada Calon Kapolri yang Bersih 
Arsenal Menawar Suarez 40.000.001 Poundsterling 
Jenderal Penangkap Nazaruddin Juga Calon Kapolri 
Ibas: Pramono Edhie Harapan Demokrat

Source : http://www.tempo.co/read/news/2013/07/24/060499402/Penderita-Gagal-Ginjal--Makin-Didominasi-Kaum-Muda