Rabu, 31 Juli 2013

Beranda » » Pemain Bola, Abdulaye Skou Camara, Diduga Alami Serangan Jantung

Pemain Bola, Abdulaye Skou Camara, Diduga Alami Serangan Jantung

Oleh Abdi Susanto

Posted: 31/07/2013 13:56

TOPIK #Abdulaye Sekou Camara #sakit jantung #Pelita Bandung Raya

Pemain Bola, Abdulaye S�kou Camara, Diduga Alami Serangan Jantung

Sekou Camara

Liputan6.com, Ketua Harian Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Haryo Yuniarto mengatakan meninggalnya penyerang Pelita Bandung Raya asal Mali, Abdulaye S�kou Camara murni musibah karena tidak ada keluhan dan masih beraktivitas beberapa hari sebelumnya.

"Kalau meninggalnya menurut dokter terkena sakit yang kemungkinan serangan jantung, tidak ada keluhan-keluhan maupun perawatan sebelumnya dan masih beraktivitas beberapa hari sebelumnya, jadi indikasi adanya kealfaan dan penyakit kelihatannya tidak ada," ujar Haryo Yuniarto di Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (31/7/2013).

Haryo menanggapi meninggalnya pemain pemain Pelita Bandung Raya, Abdulaye S�kou Camara pada saat berlatih bersama tim di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu malam lalu. Camara, yang berusia 27 tahun, diduga mengalami serangan jantung.

Berita Terkait

Galeri Foto RS Jantung Jakarta

Galeri Foto RS Jantung Jakarta

RS Jantung Jakarta, Fasilitas Mewah Harga Bisa Murah

RS Jantung Jakarta, Fasilitas Mewah Harga Bisa Murah

Menurut dia, dari peraturan yang berlaku, memang ada kewajiban pengecekan kesehatan sebelum seseorang bisa menjalani karier sebagai olahragawan profesional.

"Salah satu tahapan untuk bisa diterima sebagai atlet profesional adalah pemeriksaan media, namun item-item apa saja di dalam pemeriksaan medisnya saya tidak terlalu paham betul. Karena ada di domain dokter klub masing-masing , tapi yang jelas jenjang pemeriksaan kesehatan sudah pasti harus dilewati. Begitu juga dengan pemain pesepakbola ini, ini khan tidak beberapa lama, pemain profesional di luar negeri yang berusia 27 tahun meninggal juga," ujar dia.

Jadi kejadian tersebut bisa terjadi pada siapa saja tidak hanya di Indonesia dan jangan terus diartikan bahwa seolah-olah pemeriksaaan medis di Indonesia "kendor".

"Pemeriksaan kesehatan itu berlaku setiap per enam bulan, saya yakin klub melakukan itu. Klub juga tidak mau rugi karena ia harus mengeluarkan biaya rumah sakit kalau sampai ada atletnya yang harus sakit, dilihat dari situ saja kami meyakini sistem pemeriksaan itu berjalan dengan baik," kata dia.

Ia mengatakan karena kejadian ini bersifat musibah, yaitu ada ada kelainan organ tubuh pada pemain, BOPI tidak bisa masuk terlalu jauh.

Haryo juga mengapresiasi langkah klub yang akan membayar sisa gaji Camara selama sembilan bulan ke depan.

"Saya sebagai ketua BOPI mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan saya sudah memantau dari PT Liga dan klub itu sendiri, bahwa mereka manaruh perhatian dalam menangani jenazahnya," kata dia.

Sebelumnya, Camara meninggal saat berlatih bersama dengan para pemain Pelita Bandung Raya di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu malam lalu.

Ia gagal mengontrol bola operan jauh, sebelum kemudian menunduk dan terduduk. Kemudian ia merebahkan badan dan tak seorang pun yang mengira ia sudah tidak sadarkan diri.

Setelah diberi pertolongan pertama, Camara kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Siaga Halmahera, tak jauh dari stadion. Dokter sempat memberikan pertolongan selama 30 menit di Ruang Gawat Darurat, namun nyawanya tak tertolong.

(Abd)

Berita Rekomendasi

  • Ada Masalah Saat Mudik? Telepon `Halo Kemkes` di 500567
  • 105 Anak yang Diselundupkan untuk Seks Berhasil Diselamatkan
  • Anak Peminum ASI Lebih Cerdas dan Jago di Bidang Bahasa
  • Derita Anak Penderita Dermatitis Asal Wonosari, Yogyakarta
  • Bayi Baru Lahir Jadi Hadiah Permainan di Televisi

Berita Populer

  • Guru SMA Campurkan Air Maninya ke `Lip Balm` Wanita
  • Jadi Lesbian Karena Patah Hati Akibat Batal Nikah
  • `Bulldog Style`, Varian `Doggy Style` Bikin Panas Ranjang Anda
  • Pamer Payudara Tren Busana Hollywood
  • Kelamin Pria Terjebak di Pemanggang Roti

Source : http://health.liputan6.com/read/654368/pemain-bola-abdulaye-skou-camara-diduga-alami-serangan-jantung