Rabu, 24 Juli 2013

Beranda » » Lingkar Perut Melebihi Setengah Tinggi Badan? Awas Diabetes

Lingkar Perut Melebihi Setengah Tinggi Badan? Awas Diabetes

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Jakarta, Risiko terkena diabetes atau kencing manis mengancam orang-orang dengan pola makan serta gaya hidup tidak sehat. Tidak butuh peralatan mahal untuk mendeteksinya, cukup meteran untuk mengukur lingkar perut dan tinggi badan.

Tinggi badan serta lingkar perut yang diukur dengan meteran bisa digunakan untuk memprediksi risiko diabetes pada seseorang. Jika rasio atau perbandingan antara lingkar perut dengan tinggi badan mencapai 0,5 atau 50 persen, maka risiko untuk kena diabetes cenderung meningkat.

"Metode ini bisa menggunakan indeks massa tubuh dengan rasio pinggang dan perut sebagai cara untuk mengetahu lemak visceral, yakni lemak yang berada di sela-sela organ dan mengganggu peredaran darah," kata sang peneliti, Xiuying Qi, MD, PhD seperti dikutip dari Menshealth, Rabu (24/7/2013).

Untuk mendapatkan rasio tersebut, meteran dilingkarkan di sekitar pinggang di tengah-tengah antara pantat dan iga, dan persis di atas tulang panggul. Angka yang didapatkan lalu dibagi dengan tinggi badan dalam satuan yang sama, misalnya sama-sama dalam centimeter atau sama-sama dalam inchi.

Jika mendapatkan rasio lebih dari 50 persen, jangan khawatir. Risiko terkena diabetes memang lebih besar, tetapi bukan berarti tidak bisa dihindari sama sekali. Olahraga secara teratur, modifikasi pola makan dan gaya hidup menjadi lebih sehat bisa mencegah penyakit itu datang.

Para ahli mengatakan, makin sering seseorang berolahraga, makin bagus pula tubuhnya dalam mengatur kadar gula darah maupun fungsi insulin. Menurut penelitian di University of Lausanne, olahraga dengan intensitas tinggi memberikan perbedaan yang signifikan dalam pencegahan diabetes.

Bagi yang sudah terlanjur kena diabetes, pemeriksaan dan pengobatan rutin bisa memperbaiki kualitas hidup dan mencegah komplikasi. Bila dibiarkan tidak tertangani, komplikasi diabetes bisa memicu gangguan pada mata, ginjal dan bahkan fungsi seksual pada laki-laki.

(up/vit)

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/2f12c52a/sc/14/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A130C0A70C240C0A70A4190C2312230A0C7660Clingkar0Eperut0Emelebihi0Esetengah0Etinggi0Ebadan0Eawas0Ediabetes/story01.htm