Selasa, 30 Juli 2013

Beranda » » Kerap Brazilian Wax, Ini Risiko Penyakitnya!

Kerap Brazilian Wax, Ini Risiko Penyakitnya!


INILAH.COM, Jakarta- Ingin tampil seksi dan menjaga kesehatan, teknik menghilangkan rambut pada daerah organ intim, Brazilian Wax yang kini semakin populer, justru menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan intim.

Baru-baru ini di Amerika Serikat, seorang wanita dilarikan ke rumah sakit dengan infeksi yang mengancam jiwa yang disebut selulitis.

Dia mengalami demam 102 derajat F dan menghabiskan 15 hari untuk diinfus agar antibiotik dan obat penghilang rasa sakit bisa masuk ke dalam tubuhnya. Bahkan dokter memperingatkan, ia bisa kehilangan kakinya.

Banyak klinik yang melaporkan lonjakan infeksi terjadi pada kliennya setelah menjalani teknik ini. Tak dipungkiri penghilangan rambut pada kemaluan dengan teknik cepat ini rentan terhadap serangan virus seperti kutil, herpes, impetigo, dan kurap.

Studi yang diterbitkan dalam Medical Journal menemukan, Brazilian wax meningkatkan risiko infeksi kulit karena virus yang mudah menular yang dinamakan moluskum kontagiosum.

Peneliti dari Universitas California memperingatkan tren ini telah menyebabkan peningkatan lima kali lipat perempuan dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka pada organ intimnya.

Dr Darren McKeown, dokter spesialis kosmetik dan perawatan kulit mengatakan, waxing tidak hanya menghilangkan rambut, tapi ini juga mengurangi lapisan luar sel-sel kulit.

"Mereka lapisan luar sel kulit - stratum korneum - memiliki peran penting bertindak sebagai penghalang antara tubuh dengan dunia luar," katanya seperti dilansir dari thesun.

"Ketika penghalangnya sudah tidak ada maka menjadi potensi bagi bakteri untuk masuk dan menyebabkan infeksi kulit, yang bisa serius dan memerlukan pengobatan dengan antibiotik," tambahnya.

Ini sejumlah gangguan kesehatan yang bisa sangat berbahaya bagi organ intim atau tubuh Anda.

Selulitis

Infeksi bakteri yang berpotensi mengancam nyawa kulit dan jaringan di bawahnya.

Herpes

Infeksi jangka panjang kronis yang menyebabkan rasa sakit pada alat kelamin dan sekitarnya.

Virus herpes simpleks dapat memasuki tubuh melalui luka atau kulit yang rusak.

Kutil kelamin

Tumbuhnya daging kecil atau benjolan yang muncul pada atau sekitar daerah kelamin atau dubur yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV).

Impetigo

Infeksi bakteri. Hal ini menyebabkan luka merah yang bisa pecah. Mengandung cairan fluida yang menuyebabkan kerak kuning-coklat.

Kurap

Bisa mempengaruhi berbagai bagian tubuh dan menciptakan cincin seperti ruam merah. Ini disebabkan oleh jamur dan sangat menular.

Moluskum kontagiosum

Sangat umum pada wanita yang memiliki tehnik wax biasa. Mudah ditangkap jika kulit rusak - ini bisa seperti potonganatau robek akar folikel.

Rambut tumbuh ke dalam

Setelah waxing, rambut baru, kurus dan lemah akan mulai tumbuh. Hal ini dapat terjebak di bawah permukaan, yang menyebabkan benjolan teriritasi yang dapat menjadi terinfeksi dan tahan lama.

Bisul

Sebuah infeksi folikel rambut yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus. Daerah akan menjadi meradang dan mendidih akan berisi nanah.

Bagaimana mengurangi risikonya?

Perhatikan kebersihan

Dokter anda harus menerapkan tangan steril. Ketika Waxer harus menggunakan spatula baru untuk setiap pekerjaan wax yang baru.

Mencegah iritasi

Anda bisa menggunakan kadar rendah krim hidrokortison persen pada daerah yang diwax selama beberapa hari.

Hal ini akan memudahkan iritasi dan membantu menangkal infeksi potensial.

Perhatikan kemungkinan infeksi:

Dengan menggunakan cermin, Anda bisa memeriksa bagaimana kondisi kesehatan organ intim Anda. Segera ke ke dokter cepat jika menemukan atau merasakan gatal dan sensasi terbakar. [mor]

Source : http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2015622/kerap-brazilian-wax-ini-risiko-penyakitnya