Minggu, 28 Juli 2013

Beranda » » Ini yang Harus Diperhatikan Pria yang Punya Gangguan Makan

Ini yang Harus Diperhatikan Pria yang Punya Gangguan Makan

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Jakarta, Kebanyakan gangguan makan atau masalah imej tubuh memang 'menyerang' kaum hawa yang haus akan penampilan sempurna. Tapi tak banyak yang mengira jika kedua masalah ini juga dialami para pria, tak peduli berapapun usia dan apapun rasnya.

Untuk lebih jelasnya, simak enam fakta yang harus Anda ketahui tentang gangguan makan pada pria seperti halnya dilansir Huffingtonpost, Minggu (28/7/2013) berikut ini.

1. Makin banyak pria yang kena gangguan makan atau makin banyak pria yang mulai berani mencari bantuan

Sebuah studi yang dilakukan pada bulan Januari 2013 memperkirakan bahwa 10-15 persen penderita anoreksia dan bulimia adalah pria. Data dari NHS Inggris pun menunjukkan adanya peningkatan kasus pria dengan gangguan makan yang harus dilarikan ke rumah sakit sebesar 66 persen.

Namun belum ada pakar yang dapat memastikan apakah hal ini memperlihatkan peningkatan kasus pria yang menderita gangguan makan, peningkatan awareness para pria untuk mencaritahu bagaimana dan dimana mencari bantuan dalam rangka mengatasi gangguan makannya, atau bahkan keduanya.

2. Pria juga terpengaruh oleh imej tubuh 'sempurna' milik selebriti
Sebuah film dokumenter berjudul 'The Mask You Live In' yang dibuat oleh seorang pembuat film dokumenter dan aktris asal Amerika, Jennifer Siebel Newsom, berhasil mengeksplor tekanan masyarakat terhadap para pria muda untuk tampil dan bertingkah laku 'layaknya pria sejati'.

Jadi penampilan pria yang berotot kotak-kotak di media massa efeknya bisa sama berbahayanya dengan standar tubuh langsing dan pucat untuk para wanita.

3. Gangguan makan pada pria dapat dikaitkan dengan pelecehan seksual yang pernah dialaminya

Sebuah studi yang dirilis pada bulan Mei 2013 menemukan diantara para partisipan usia anak kuliahan, pria yang kerap mengalami pelecehan seksual sebelumnya cenderung menggunakan obat pencahar lebih banyak daripada wanita yang pernah mengalami pengalaman serupa.

4. Pria yang mengkhawatirkan bentuk tubuhnya susah menemukan pasangan

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan pada bulan April 2013 ditemukan bahwa makin sering seorang partisipan pria disurvei dan diminta menilai bentuk tubuhnya sendiri, maka semakin tinggi rasa malu yang ia alami terkait bentuk tubuhnya (body shame).

Pada akhirnya, pria yang tingkat body shame-nya tinggi memiliki harapan yang lebih kecil untuk mendapatkan pasangan.

5. Pilihan pengobatan untuk gangguan makan kebanyakan dirancang hanya untuk wanita hingga pria malas mencari bantuan

Pada bulan Desember 2007, seorang pria bernama Sam Lansky berbagi pengalamannya sebagai pria pertama yang menjadi pasien fasilitas pengobatan gangguan makan untuk wanita, xoJane. Lansky menuliskan ia mengaku tak kesulitan untuk menemukan terapi pengobatan bagi pria yang menderita gangguan makan setelah menjalani rehab dengan xoJane. Ia justru bersyukur bisa sembuh dan bertemu dengan rekan-rekan wanita yang hebat di fasilitas tersebut.

6. Pria menghadapi tantangan yang unik untuk menjelaskan penyakit ini pada teman dan keluarga,

"Wanita saja kerap tIni yang Harus Diperhatikan Pria yang Punya Gangguan Makan

Kebanyakan gangguan makan atau masalah imej tubuh memang 'menyerang' kaum hawa yang haus akan penampilan sempurna. Tapi tak banyak yang mengira jika kedua masalah ini juga dialami para pria, tak peduli berapapun usia dan apapun rasnya.

Untuk lebih jelasnya, simak enam fakta yang harus Anda ketahui tentang gangguan makan pada pria seperti halnya dilansir Huffingtonpost, Minggu (28/7/2013) berikut ini.

1. Makin banyak pria yang kena gangguan makan atau makin banyak pria yang mulai berani mencari bantuan

Sebuah studi yang dilakukan pada bulan Januari 2013 memperkirakan bahwa 10-15 persen penderita anoreksia dan bulimia adalah pria. Data dari NHS Inggris pun menunjukkan adanya peningkatan kasus pria dengan gangguan makan yang harus dilarikan ke rumah sakit sebesar 66 persen.

Namun belum ada pakar yang dapat memastikan apakah hal ini memperlihatkan peningkatan kasus pria yang menderita gangguan makan, peningkatan awareness para pria untuk mencaritahu bagaimana dan dimana mencari bantuan dalam rangka mengatasi gangguan makannya, atau bahkan keduanya.

2. Pria juga terpengaruh oleh imej tubuh 'sempurna' milik selebriti
Sebuah film dokumenter berjudul 'The Mask You Live In' yang dibuat oleh seorang pembuat film dokumenter dan aktris asal Amerika, Jennifer Siebel Newsom, berhasil mengeksplor tekanan masyarakat terhadap para pria muda untuk tampil dan bertingkah laku 'layaknya pria sejati'.

Jadi penampilan pria yang berotot kotak-kotak di media massa efeknya bisa sama berbahayanya dengan standar tubuh langsing dan pucat untuk para wanita.

3. Gangguan makan pada pria dapat dikaitkan dengan pelecehan seksual yang pernah dialaminya

Sebuah studi yang dirilis pada bulan Mei 2013 menemukan diantara para partisipan usia anak kuliahan, pria yang kerap mengalami pelecehan seksual sebelumnya cenderung menggunakan obat pencahar lebih banyak daripada wanita yang pernah mengalami pengalaman serupa.

4. Pria yang mengkhawatirkan bentuk tubuhnya susah menemukan pasangan

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan pada bulan April 2013 ditemukan bahwa makin sering seorang partisipan pria disurvei dan diminta menilai bentuk tubuhnya sendiri, maka semakin tinggi rasa malu yang ia alami terkait bentuk tubuhnya (body shame).

Pada akhirnya, pria yang tingkat body shame-nya tinggi memiliki harapan yang lebih kecil untuk mendapatkan pasangan.

5. Pilihan pengobatan untuk gangguan makan kebanyakan dirancang hanya untuk wanita hingga pria malas mencari bantuan

Pada bulan Desember 2007, seorang pria bernama Sam Lansky berbagi pengalamannya sebagai pria pertama yang menjadi pasien fasilitas pengobatan gangguan makan untuk wanita, xoJane. Lansky menuliskan ia mengaku tak kesulitan untuk menemukan terapi pengobatan bagi pria yang menderita gangguan makan setelah menjalani rehab dengan xoJane. Ia justru bersyukur bisa sembuh dan bertemu dengan rekan-rekan wanita yang hebat di fasilitas tersebut.

6. Pria menghadapi tantangan yang unik untuk menjelaskan penyakit ini pada teman dan keluarga,

"Wanita saja kerap tidak dianggap serius dan kesulitan untuk mendapatkan bantuan jika mengalami gangguan makan, apalagi pria. Dan mereka harus menerima stigma tambahan karena kondisi mereka bertentangan dengan pola pikir banyak orang ketika melihat maskulinitas dan seksualitas mereka," ungkap seorang aktivis gangguan makan dan blogger Matt Wetsel kepada The Huffington Post pada bulan Agustus 2011.

Temuan-temuan ini semakin memperjelas bahwa para pakar perlu melakukan lebih banyak riset untuk mencari tahu seberapa besar pengaruh isu imej tubuh dan gangguan makan pada pria.

Tak lupa memperbesar dukungan dan menyediakan terapi yang dibutuhkan pria dan remaja lak-laki yang mengalaminya, termasuk mengubah persepsi masyarakat tentang maskulinitas dan dampak merugikan dari persepsi itu pada pria penderita gangguan makan.idak dianggap serius dan kesulitan untuk mendapatkan bantuan jika mengalami gangguan makan, apalagi pria. Dan mereka harus menerima stigma tambahan karena kondisi mereka bertentangan dengan pola pikir banyak orang ketika melihat maskulinitas dan seksualitas mereka," ungkap seorang aktivis gangguan makan dan blogger Matt Wetsel kepada The Huffington Post pada bulan Agustus 2011.

Temuan-temuan ini semakin memperjelas bahwa para pakar perlu melakukan lebih banyak riset untuk mencari tahu seberapa besar pengaruh isu imej tubuh dan gangguan makan pada pria.

Tak lupa memperbesar dukungan dan menyediakan terapi yang dibutuhkan pria dan remaja lak-laki yang mengalaminya, termasuk mengubah persepsi masyarakat tentang maskulinitas dan dampak merugikan dari persepsi itu pada pria penderita gangguan makan.

(vit/vta)

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/2f3ef27f/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A130C0A70C280C120A7530C23165320C7660Cini0Eyang0Eharus0Ediperhatikan0Epria0Eyang0Epunya0Egangguan0Emakan/story01.htm