Rabu, 24 Juli 2013

Beranda » » Hai Wanita, dari 4 Jenis Orgasme Ini Mana yang Anda Rasakan?

Hai Wanita, dari 4 Jenis Orgasme Ini Mana yang Anda Rasakan?

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Jakarta, Ketika berbicara soal orgasme, wanita dapat dikatakan memiliki keunikan tersendiri. Di satu sisi, wanita dikenal susah mencapai orgasme saat bercinta, tapi sekali berada di puncak kenikmatan, ia bisa mendapatkannya berkali-kali. Bahkan wanita punya empat jenis orgasme. Apa sajakah itu?

Menurut sebuah studi yang baru saja dipublikasikan dalam jurnal NeuroQuantology, berikut empat jenis orgasme yang dimiliki wanita seperti halnya dilansir Womenshealthmag, Selasa (23/7/2013).

1. Orgasme klitoral

Hampir semua orang tahu bahwa klitoris merupakan titik yang sangat sensitif berkat 8.000 ujung saraf yang terkandung di dalamnya. Dan bagi sebagian besar wanita, ini adalah pusat rangsangan yang bisa membuatnya langsung mencapai orgasme.

Tapi menurut Sari Cooper, seorang terapis seks bersertifikasi dari New York City sekaligus kolumnis Psychology Today, langsung memberikan rangsangan pada klitoris ketika bercinta akan menghasilkan orgasme yang kurang memuaskan bila dibandingkan jika pasangan menyentuh, membelai atau memijat bagian kelamin lainnya sebelum akhirnya berhenti di klitoris.

Teknik yang perlu dicoba: "Mintalah dia 'menggambar' lingkaran besar dengan jari-jarinya, diantaranya mencakup poros, labia, serta klitoris bagian atas. Ia bisa melakukannya saat foreplay atau ketika penetrasi dengan posisi tertentu seperti spooning (saling berhadapan)," saran Cooper.

Peluang untuk memperoleh orgasme klitoris juga dapat ditingkatkan dengan meminta suami menggunakan vibrator jari. Semakin terbuka Anda kepada suami terkait kecepatan, intensitas dan tekanan yang Anda inginkan saat memakai vibrator, maka orgasme yang diperoleh akan semakin luar biasa.

2. Orgasme vaginal

Meski keberadaan G-spot masih diperdebatkan sampai saat ini, namun 30 persen wanita mengklaim mereka sudah bisa merasakan orgasme hanya dengan penetrasi saja.

Teknik yang perlu dicoba: Pertama, tentukan zona 'panas' Anda terlebih dulu. Anda bisa melakukannya dengan mengeksplorasi dinding vagina bagian depan menggunakan jari Anda sampai Anda merasa menemukan sebuah area yang teksturnya bergelombang dan kenyal. Jika disentuh secara langsung, Anda akan merasakan kenikmatan tersendiri.

Kemudian saat berhubungan seksual, mintalah suami Anda untuk menargetkan alat kelaminnya ke arah area tersebut. Cobalah berbaring dengan posisi saling berhadapan dan kedua kaki 'terjalin' dengan nyaman seperti dua mata gunting. Pastikan saja penis si dia digesekkan ke dinding vagina bagian depan.

"Posisi ini memudahkan penetrasi yang lebih mendalam hingga dapat merangsang G-spot lebih jauh," kata Cooper.

Untuk meningkatkan peluang mendapatkan orgasme vaginal, lakukan selama 15 menit saja dan kemudian gantilah posisi seks sesering mungkin karena pasangan yang bisa mencapai orgasme hanya lewat penetrasi berpeluang lebih besar untuk memperpanjang durasi bercinta.

"Sering berganti posisi seks juga menurunkan peluang suami untuk buru-buru ejakulasi serta membantu tubuh Anda ataupun suami agar dapat merasakan sensasi yang baru dan menyegarkan," tandas Michael Alvear, penulis buku Not Tonight Dear, I Feel Fat.

Anda juga bisa mencoba manfaat pelumas atau lubrikan, terutama yang bebas gliserin dan berbahan air.

3. Orgasme campuran

Para pakar mengatakan kombinasi antara orgasme vaginal dan klitoral adalah yang terbaik diantara kedua jenis orgasme sebelumnya, bahkan konon dua kali lebih kuat dan lebih intens daripada keduanya.

Teknik yang perlu dicoba: Posisi girl-on-top dianggap populer karena dikatakan dapat menghasilkan orgasme campuran ini. Tapi Anda juga bisa mencoba duduk di pangkuan pasangan dengan posisi tubuh memunggunginya (si dia bisa merangsang klitoris Anda sementara Anda mengendalikan pergerakan penisnya).

Seorang terapis seks dari Columbus, Ohio, Cynthia Lief Ruberg mengatakan bahwa orgasme campuran juga lebih mudah diperoleh jika sang istri sudah sangat terangsang sebelum penetrasi. "Jadi optimalkan foreplay Anda dengan banyak berciuman, saling menyentuh, menjilat serta memijat ke penjuru tubuh. Dan jika Anda merasa antusiasme Anda berkurang ketika berhubungan seksual, kembalilah lakukan petting," tuturnya.

4. Orgasme berkali-kali (multiple orgasm)

Yang dimaksud dengan multiple orgasm adalah orgasme yang diperoleh seorang wanita beberapa kali setelah melakukan beberapa kali penetrasi, bukan satu kali penetrasi kemudian muncul orgasme berkali-kali, meski kemungkinan ini juga bisa saja terjadi.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa orgasme berkali-kali dapat diperoleh seorang wanita jika mereka bisa dirangsang terus meski telah mendapatkan orgasme pertamanya.

Teknik yang perlu dicoba: Mulailah dari foreplay dan mintalah suami merangsang Anda agar mendapatkan klimaks klitoris pertama Anda, bisa dengan menggunakan tangan atau mulutnya (atau dengan bantuan vibrator). Setelah itu, ia harus terus merangsang Anda tapi lebih perlahan selama 30 detik lalu mintalah ia kembali ke kecepatan normal agar Anda bisa mendapatkan orgasme lagi.

"Ia dituntut untuk bisa mempermainkan tingkat gairah Anda dengan memberi 'jeda' pada zona erotis Anda saat mungkin kondisinya begitu peka pada rangsangan, lalu menaikkan gairah Anda lagi (menaik-turunkan gairah)," terang Amy Levine, seorang pelatih seks dari New York City dan pendiri situs IgniteYourPleasure.com.

"Dari situ, mulailah melakukan penetrasi yang mungkin bisa berujung pada orgasme vaginal atau orgasme campuran berulang kali, dengan menggunakan teknik perlambatan-percepatan yang sama, serta mempertahankan rangsangan dan gairah Anda agar tetap tinggi," tambahnya.

Tapi jika Anda merasa terlalu sensitif, mintalah suami untuk membelai klitoris Anda dengan bantuan sutra lembut atau CD Anda atau bisa juga dengan memintanya mengganti fokus rangsangan pada payudara atau puting Anda. Kata Cooper, menyentuh kedua bagian tubuh tersebut setelah mencapai klimaks bisa mendorong wanita untuk mendapatkan orgasme lagi.

(vit/vit)

Source : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656114/s/2f0d5931/sc/9/l/0Lhealth0Bdetik0N0Cread0C20A130C0A70C230C1926560C231210A10C1390A0Chai0Ewanita0Edari0E40Ejenis0Eorgasme0Eini0Emana0Eyang0Eanda0Erasakan/story01.htm